9 Makanan Untuk Mempertahankan Stamina Pemain Sepakbola

Pasti kita sering menonton permainan sepakbola dan terkagum-kagum kenapa para pemain sepakbola ini bisa bermain selama 90 menit di lapangan, mereka tampak cepat dan tidak gampang lelah. Tentunya hal ini didukung dengan latihan yang tepat dan rutin, ditambah dengan gaya hidup sehat, dan asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan.

gameiro-recorte-efe_opt-600x330

Berikut ini daftar makanan penunjang penampilan fisik dan stamina prima bagi pemain sepak bola profesional.

1. Steak Daging
Makanan ini berfungsi untuk meningkatkan pemulihan dan tenaga. Lima zat pendongkrak kinerja: kreatin, arginin, glutamin, zat besi, dan vitamin B12 yang terdapat pada daging rusa, daging sapi. Lima elemen penting ini berpadu untuk meningkatkan daya ledak dan membuat anda mampu melalui kerja berat. Menu ini tepat disantap seusai latihan untuk memaksimalkan pemulihan di antara sesi-sesi latihan.

2. Ikan Mackerel
Asam lemak dalam ikan berminyak ini membantu pembentukan hormon yang mendukung metabolisme otot (tingkat pembakaran lemak oleh otot-otot anda saat beristirahat), sistem kekebalan serta menstabilkan suasana hati anda. Paling bagus dimakan setelah latihan: menyantapnya sebelum berlatih justru akan mengacaukan perut anda.

3. Brokoli
Vitamin A meningkatkan kualitas penglihatan karena mendongkrak kemampuan kerja retina, sementara vitamin C dan glutation mempercepat pemulihan. Tambahan brokoli dalam makanan pasca latihan anda untuk memaksimalkan penyerapan vitamin A. Ibarat pemain sepakbola yang membagi bola tepat ke sasaran yang jaraknya jauh.

4. Bayam
Sayuran ini mengandung kalsium, zat besi, dan klorofil, sehingga melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Dengan begitu, ketahanan kardiovaskuler pun jauh lebih baik, rahasia atlet sepak bola yang bisa berlari selama 90 menit. Tambahkan bayam pada makan siang berkarbohidrat tinggi agar tubuh bisa melepaskan glukosa secara perlahan ke dalam darah.

5. Jus Buah
Nitrat dalam jus akan membuat otot-otot anda bekerja melampaui tuntutan dengan meningkatkan aliran darah dan penyebaran bahan bakar tubuh. Zat ini juga akan membantu otot-otot anda membuang kalori yang berlebih. Buah yang sesuai yaitu pepaya, starawberry untuk vitamin A, pisang, jeruk. Untuk melengkapi vitamin D dapat ditambahkan susu. Ibaratkan pemain sepakbola yang kuat berlari karena dukungan otot kaki, kesegaran tubuh dan tulang yang kuat.

6. Teh Hijau
Kafein dalam teh hijau membantu meningkatkan fokus di lapangan dan mendukung pembakaran lemak dalam latihan. Ini akan membuat anda berkonsentrasi di lapangan. Zat ini juga bisa melebarkan arteri, sehingga akan lebih banyak darah beroksigen yang bisa diedarkan ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan stamina, setelah pemain berlatih biasanya meminum teh hijau untuk jam santai. Ibaratkan pemain sepakbola yang membagi bola kepada temannya dengan tepat dan cepat.

7. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak. Ibaratkan pemain sepakbola yang jika kehabisan tenaga, tetapi otak tetap memberikan perintah kepada tubuh dengan maksimal.

8. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein, Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat. ibaratkan pemain sepakbola yang selalu ingat posisi temannya pada saat ingin menyerang atau bertahan.

9. Permen Karet
Fungsinya untuk menstabilkan hati, dan melancarkan peredaran darah di otak, dengan adanya aktifitas mengunyah kemungkinan strategi dan ke tenangan hati akan diperoleh.

Ronaldo Luís Nazário de Lima Biographi

Ronaldo Luís Nazário de Lima (pelafalan dalam bahasa Portugis: [ʁoˈnawðu ˈlwiʒ nɐˈzaɾju dʒ ˈɫĩmɐ]; lahir di Rio de Janeiro, Brasil, 18 September 1976; umur 39 tahun), umumnya dipanggil Ronaldo saja, adalah seorang mantan pemain dan legenda sepak bola Brasil. Oleh banyak pengamat dan pecinta sepak bola ia dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa. Ia bermain sebagai penyerang dan terakhir kali bermain bagi klub Corinthians.

Setelah menderita serangkaian cedera serius sepanjang kariernya, Ronaldo pensiun pada 14 Februari 2011, dengan menyatakan rasa sakit dari cederanya dan hipotiroidisme sebagai alasannya untuk pensiun.

Ronaldo-Brazil-World-Cup_3135095

Kelahiran

Seperti kebanyakan pemain sepak bola Brasil, Ronaldo berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ia besar di Bento Ribeiro dan bermain sepak bola di jalanan kumuh di sekitar rumahnya. Ia bahkan tidak mampu membeli sepatu sepak bola agar bisa berlatih di klub pujaannya Flamengo. Namun bakatnya segera tercium oleh legenda Brasil, Jairzinho yang membawanya untuk bergabung dengan Cruzeiro.

Klub

1993: Cruzeiro

Awal karier Ronaldo dimulai ketika ia bergabung dengan Cruzeiro pada tahun 1993. Pada musim pertama dan satu-satunya di Cruzeiro, ia mengemas 12 gol dari 14 penampilan dan memenangkan Copa do Brasil untuk pertama kalinya. Setahun setelah debut profesionalnya ia dipanggil masuk skuat timnas sepak bola Brasil untuk Piala Dunia 1994 meskipun ia akhirnya tidak mendapatkan kesempatan bermain.

1994–1996: PSV Eindhoven

Piet de Visser yang merupakan pemandu bakat PSV Eindhoven menyarankan klub itu untuk menarik Ronaldo bergabung. Maka transfer sebesar $6 juta pun dilayangken kepada Cruzeiro yang tak kuasa menahan bintangnya untuk hengkang. Maka bergabunglah Ronaldo dengan klub Belanda tersebut. Pada musim pertamanya Ronaldo keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Belanda dengan 30 gol. Pada musim keduanya Ronaldo berkutat dengan cedera lutut kanan (cedera yang selalu menggerogoti kariernya), namun ia berhasil mencetak 12 gol dalam 13 penampilannya dalam pertandingan Liga. Ronaldo juga berhasil meraih trofi Piala Belanda bersama PSV pada tahun 1996 dan dia menikah dengan Rihanna dan mereka mepunyai anak 2.

1996–1997: Barcelona

Sir Bobby Robson yang merupakan manajer FC Barcelona saat itu memproyeksikan Alan Shearer sebagi target utama, sayangnya Blackburn Rovers tidak mengijinkan Shearer untuk pindah (walaupun akhirnya Newcastle United yang mendapatkannya). Maka target pun beralih kepada Ronaldo untuk memakai seragam no. 9 di Barça. PSV Eindhoven setuju untuk melepas Ronaldo dengan nilai transfer 12 juta poundsterling. Penampilan Il Fenômeno mencapai puncaknya di Barça dimana ia secara spektakuler mencetak 47 gol dalam 49 penampilan untuk semua ajang kompetisi bersama Barça. Pergerakan Ronaldo yang gesit dan kuat bahkan pernah memporak porandakan pertahanan klub Celta Vigo yang menjadi lawan Barça di liga, dimana ia mencetak sebuah gol solo run melewati hampir semua pemain Celta Vigo.

Penampilan impresifnya pun diganjar dengan meraih gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA 1996. Ia menjadi pemain termuda yang pernah meraihnya dalam usia 20 tahun. Bersama Barça Ronaldo meraih trofi Winner Cup, Piala Spanyol dan Piala Super Spanyol. Ronaldo juga menjadi pencetak gol terbanyak di Liga dengan 34 gol dari 37 penampilan. Akan tetapi dibalik kesuksesan Ronaldo, Barça justru menunda-nunda perpanjangan kontrak sang striker sehingga Ronaldo menjadi tidak bahagia, dan akhirnya mulai menyuarakan keinginan untuk pindah. Pada akhir musimnya bersama Barça klub-klub besar mulai mendekati Ronaldo, salah satunya adalah Inter Milan.

1997–2002: Inter Milan

Keadaan Ronaldo yang mulai tidak bahagia di klubnya dimanfaatkan oleh Inter Milan yang membeli kontrak Ronaldo sebesar 19 juta poundsterling. Ronaldo menjadi pemain termahal dunia pada saat itu. Pada musim pertamnya di Inter Il Fenômeno mengantarkan klub barunya meraih gelar UEFA Cup yang mana ia mencetak hat-trick pada final melawan Lazio. Pada tahun ini Ronaldo pun kembali meraih gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA untuk kedua kalinya secara berturut turut. Pada musim pertamanya ia mencetak total 34 gol dalam 47 penampilan dalam semua ajang kompetisi.

Ronaldo pun menjadi tumpuan Brasil untuk meraih gelar Piala Dunia 1998 di Prancis. Namun setelah cedera misterius di final melawan tuan rumah Prancis, penempilan Ronaldo menurun tajam. Hal ini berpengaruh pada performa Ronaldo di klub dimana ia hanya bisa tampil 19 kali dalam pertandingan liga. Walaupun begitu ia masih bisa mencetak 14 gol bagi Inter, dan menjadi runner-up Pemain Terbaik Dunia versi FIFA dibawah Zinedine Zidane yang mengalahkannya dalam partai final Piala Dunia 1998. Pada musim ketiganya Ronaldo kembali mengalami cedera parah ketika melawan Lecce dalam laga Serie A, dokter tim pun menyarankan Ronaldo untuk di operasi sehingga praktis musim itu pun berakhir secara tragis untuk Ronaldo. Ia hanya tampil dalam 7 pertandingan Serie A dan mencetak 3 gol.

Pada tanggal 12 April 2000 Ronaldo melakukan pertandingan pertamanya setelah cedera tapi hanya mampu bertahan selama 7 menit dalam pertandinga Coppa Italia melawan Lazio. Lututnya kembali mengalami cedera sehingga ia pun absen sepanjang musim keempatnya bersama Inter. Setelah 2 operasi dan rehabilitasi yang memakan waktu 20 bulan. Ronaldo pun tampil kembali membela Inter dan mencetak 7 gol dalam 16 pertandingan dalam semua ajang kompetisi. Ia kemudian terpanggil dalam skuat Brasil untuk Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea, dimana ia secara luar biasa mengantar Brasil meraih gelar Piala Dunia yang kelima. Para fans Inter pun bersuka cita karena mereka mengharapkan Il Fenômeno akan kembali ke performa seperti dulu dan mengantarkan Inter meraih gelar Juara Serie A yang mereka idam-idamkan. Namun suatu proposal dari klub Real Madrid sebesar € 39 juta membuyarkan impian itu, Ronaldo memilih pindah ke Real Madrid yang sedang membangun timnya dengan mengumpulkan pemain-pemain terbaik dunia untuk bermain bagi El Real. Semasa di Inter total Ronaldo mencetak 59 gol dalam 99 penampilan.

2002–2006: Real Madrid

Masuknya Ronaldo menjadi bagian skuat Los Galacticos Real Madrid, membuat El Real meraih keuntungan denga laku kerasnya kostum bernomor 11 bertuliskan Ronaldo. Hal yang memang diharapkan oleh manajemen Real Madrid. Pada musim pertamanya Ronaldo baru dapat tampil pertama kalinya membela El Real pada bulan Oktober 2002 karena cedera. Pada pertandingan debutnya Il Fenomeno mencetak 2 gol untuk kemenangan Real Madrid. Selama musim pertamanya ia mencetak 23 gol dalam 31 pertandingan, dan meraih gelar Liga pertamanya bersama klub dimana ia gagal meraihnya saat bersama Barcelona. Selain itu ia juga meraih gelar Piala Interkontinental dan Piala Super Spanyol. Pada musim keduanya Ronaldo,yang telah mengganti seragam no. 11 dengan no. 9, berhasil membawa Real Madrid melaju ke perempat final dalam kompetisi Liga Champion dimana Ronaldo mencetak hat-trick ketika melawan Manchester United di stadion Old Trafford. Namun pada akhir musim ia kembali menderita cedera sehingga El Real gagal mempertahankan juara Liga Spanyol dan tersingkir pada babak semifinal Liga Champions.

Akan tetapi Il Fenômeno mampu meraih gelar top scorer dengan 24 golnya di ajang liga. Penampilan Ronaldo semakin menurun dikarenakan oleh kelebihan berat badan ditambah kedatangan beberapa pemain yang berposisi sama dengannya, Michael Owen, Antonio Cassano dan Ruud van Nistelrooy. Hubungannya dengan pelatih Real Madrid saat itu Fabio Capello pun memburuk. Bersama Real Madrid Ronaldo mencetak 177 gol dalam semua ajang kompetisi.

2007–2008: AC Milan

Perseteruannya dengan manajer Fabio Capello makin menjadi-jadi, ditambah dengan memburuknya hubungan Ronaldo dengan kapten Real Madrid, Raul membuat Ronaldo makin terpinggirkan dalam skuat El Real. Pada bulan Januari 2007 Ronaldo hadir untuk menonton pertandingan antara AC Milan melawan AS Roma. Gosip yang beredar Ronaldo akan pindah ke AC Milan merebak luas. Hal yang makin memperuncing permusuhan antar AC Milan dan Inter Milan mengingat Ronaldo pernah membela Inter Milan. Pada 26 Januari 2007 Ronaldo pun resmi menjadi bagian skuat I rossonerri dengan nilai transfer €7.5 juta. Ia memilih seragam bernomor 99. Ia memulai debutnya sebagai pemain pengganti pada laga melawan Livorno dimana AC Milan menang 2-1. Il Fenômeno mencetak gol pertamanya untuk AC Milan saat melawan Siena.

Ia mencetak 2 gol dan memberi 1 assist unutk kemenangan AC Milan 4-3. Pada musim pertamnya Ronaldo tampil 14 kali dengan mencetak 7 gol. Musim keduanya meski dihiasi berbagai cedera, Ronaldo berhasil mencetak 9 gol dalam 20 penampilannya. Pada tanggal 13 Februari 2008, Il Fenômeno kembali menderita cedera parah di lutut kirinya ketika ia melompat untuk menyambut umpan silang saat Milan seri 1-1 melawan Livorno. Cederanya lutut kirinya membuat Ronaldo mengalami cedera lutut yang parah pada kedua kakinya. Hal ini yang membuat AC Milan tidak memperpanjang kontrak Ronaldo ketika musim berakhir. Ronaldo dilepas dengan status bebas transfer.

2009–2011: Corinthians

Dalam upaya menyembuhkan cedera lutut kanannya, Ronaldo akhirnya berkesempatan untuk bergabung dengan klub idolanya semasa kecil, Flamengo. Akan tetapi Ronaldo pada detik-detik akhir memilih bergabung dengan rival Flamengo, Corinthians pada 9 Desember 2009 yang memancing amarah fans Flamengo. Pertandingan debut Ronaldo adalah pada tanggal 4 Maret 2009 melawan Itumbria pada ajang Copa do Brasil. 4 hari kemudian ia mencetak gol pertamanya untuk Corinthians ketika melawan Palmeiras pada ajang Liga Paulista.

Il Fenômeno membawa Corinthians memenangkan Liga Paulista dengan mencetak 10 gol dalam 14 pertandingan. Pada Februari 2010 ia menandatangani perpanjangan kontrak bersama Corinthians sampai akhir 2011 dan berencana untuk pensiun sebagai pesepak bola, tapi fisik berkata lain, Ronaldo tidak sanggup menahan cedera yang terus menggerogotinya serta kegemukan dan pada akhirnya kata pensiun terucap pada tanggal 14 Februari 2011.

Perbedaan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

Bicara tentang Cristiano Ronaldo pasti kita tidak akan lepas dari sosok Lionel Messi, begitu juga sebaliknya. Mereka selalu disandingkan dan dibanding-bandingkan. Meskipun Ronaldo pernah menyatakan kepada media bahwa dia telah lelah dengan pemberitaan tentang dirinya dan Messi, tapi tetap saja media selalu membandingkan mereka. Sampai saat ini juga media belum bisa memastikan siapa yang terbaik diantara mereka berdua. Keduanya merupakan pemain terbaik dunia saat ini, jadi jika suatu saat terbukti siapa yang lebih baik bukan berarti yang kalah adalah pemain yang buruk. Sekarang mari kita ulas tentang kedua pemain ini…

download

Perbandingan Gaya

Keduanya telah berada pada level yang sama, dimana mayoritas skill yang mereka miliki telah sempurna. Christiano Ronaldo memiliki gaya yang sangat teknikal, dia punya semua teknik yang dibutuhkan untuk menjadi pemain sepakbola. Ditambah dengan kelincahan gerak kaki, teknik yang dimilikinya menjadi terlihat super.

Kelincahan gerak kaki Ronaldo seakan membuatnya terlihat menari-nari di lapangan. Hal ini juga yang mungkin membuat kesal pemain belakang lawan tapi membuat penonton berdecak kagum. Gerak lincah kakinya memainkan bola sering menipu bek lawan. Ronaldo juga memiliki trik-trik khusus yang jarang dimiliki pesepakbola lainnya.

Perbedaan antara Ronaldo dan Messi, Messi lebih natural ketika menyentuhkan kakinya pada bola yang ia mainkan. Sebuah gaya yang biasa terlahir di bumi Amerika Selatan, dan sangat disukai seluruh orang di dunia.

Gerakan Messi sangat natural, seperti gerak kapilaritas air yang menembus celah-celah kecil. Messi melewati lawan dengan dribel, bukan dengan kelincahan. Naturalitas gerakan inilah yang membuat Messi lebih bernilai…Namun bagaimana pun, gaya adalah masalah selera….

Perbandingan Karakter : Protagonis vs Antagonis

Memperbandingkan dua karakteristik Messi dan Ronaldo sungguh klop, keduanya bak mengisi keseimbangan satu sama lain seperti konsep yin dan yang. Jika Messi adalah sosok protagonis, maka Ronaldo adalah sang antagonis.

Ronaldo seringkali membuat orang merasa harus kesal dengan mengesampingkan fakta tentang betapa hebat bakatnya. Ronaldo punya tampilan arogansi yang hampir sama dengan pelatihnya yang juga dari Portugal, Jose Murinho. Ejekan dan siulan negatif suporter musuh hampir selalu menjadi backsound dalam setiap penampilan. Untungnya, Ronaldo juga punya kekuatan mental yang lebih dari cukup untuk menghadapi segala tekanan sinis kepada dirinya.

Messi berbeda, bocah dengan wujud polos yang sama sekali berkebalikan dengan Ronaldo. Messi lebih pendiam dan tertutup. Ketika dia bermain brilian lalu menghancurkan barisan belakang lawan-lawannya, suporter musuh justru bisa ikut bertepuk tangan. Dari karakternya, Messi mendapat respek yang lebih besar daripada Ronaldo…

Perbedaan Fisik, Ronaldo lebih tinggi

Cristiano Ronaldo memiliki tubuh yang atletis, dengan tubuh tinggi menjulang dan badan yang kekar Ronaldo seakan menjadi ikon sepakbola modern. Ronaldo memiliki tinggi 1,84 m (6 ft 0 in), tinggi yang ideal untuk pesepakbola professional. Hal tersebut juga yang membuatnya memenangi duel-duel udara dan membuat gol dengan kepalanya.

Meskipun Ronaldo bertubuh besar dia tetap lincah, gerakan kakinya dalam mendribel bola begitu luar biasa. Kakinya yang panjang seolah mendukung langkahnya dalam berlari. Dia juga mampu membawa bola dengan cepat dan berlari dengan sangat cepat dari tengah lapangan ke kotak penalti lawan. Satu hal yang ditakuti pemain belakang lawan adalah Ronaldo sangat cepat, 1 menit saja melupakan Ronaldo maka dia akan menghilang

Lionel Messi tidak lebih tinggi dari Cristiano Ronaldo. Andai saja dia tidak melakukan terapi hormon, tubuh pespakbola Lionel Messi mungkin hanya 1, 50 m saja. Kekurangan hormon pertumbuhan (growth hormone deficiency) membuat pertumbuhan tubuh Messi tersendat dan hal ini juga di alami banyak jutaan anak-anak di dunia. Hal itu dia alami sejak umur 11 tahun. Dengan terapi hormon Messi berhasil menambah tingginya menjadi 1,69 m. Untuk ukuran pemain bola Indonesia ukuran tubuh seperti itu mungkin biasa, tapi untuk ukuran pemain bola dunia yang rata-rata 1,80 m tentu saja Messi terlihat mungil. Makanya dia sering dipanggil little Messi.

Tapi hal itu tidak mengurangi kehebatan Messi dilapangan, hal itu seakan menjadi berkah baginya karena dia bisa dengan mudah berkelit dan melewati lawan yang lebih besar dari dia. Mengapa? Karena tubuhnya tidak terlalu besar dia jadi mudah mengendalikan tubuhnya. Sekedar info saja, Messi dapat berlari dengan cepat dan berhenti dengan cepat pula. Hal yang sulit dilakukan oleh pesepakbola lain yang bertubuh besar. Kelincahan gerak tubuh Messi juga sering menipu lawan…

Perbandingan Statistik : Messi vs Ronaldo

Untuk memperbandingkan Messi vs Ronaldo, harus berangkat dari situasi yang sama. Asumsi terbaik adalah dengan melihat situasi terkini musim 2010/11, dimana keduanya berlaga di kompetisi yang sama dan ditemani skuad + pelatih yang nyaris setara levelnya

Dari perbandingan statistik di atas, keduanya jelas terlihat punya catatan signifikan. Tapi masih sulit untuk mengukur siapa yang punya pengaruh lebih besar, karena setiap tim punya 10 pemain lain yang berada di lapangan. Misalnya, apakah Messi juga tetap mencetak gol sebanyak itu jika tidak ada Xavi, dst…?

Jika mau memaksakan diri untuk menganalisa secara individual:

Messi lebih efektif dan produktif

Ronaldo lebih banyak melakukan tembakan ke gawang, tapi Messi mencetak lebih banyak gol. Apa yang bisa disimpulkan? Finishing Messi lebih akurat, atau bisa saja dibilang Ronaldo lebih ambisius dalam mencoba sekecil apapun peluang.

tetapi itu semua tidak jadi patokan. Semestinya pemain hebat adalah selain tampil bagus juga dapat memberikan kontribusi pada timnya. Contohnya saja, Zinendine Zidane & Ricardo Kaka’ mereka menjadi pemain terbaik bukan karena jumlah gol yang dibuat. Maksud saya ada banyak pemain yang dapat melakukan hal itu di posisi penyerang.

Jika dilihat Messi memang lebih efektif, tapi itu juga bukan patokan. ..Yah seperti tadi, apakah Messi juga tetap mencetak gol sebanyak itu jika tidak ada Xavi, Iniesta, dst..?

Ronaldo lebih banyak dilanggar

Satu indikator yang sering terlupakan, Ronaldo lebih sering dilanggar daripada Messi. Sungguh aneh jika dihubungkan dengan fakta bahwa Messi lebih banyak mendribel bola melewati pemain lawan daripada Ronaldo. Logiskah jika seorang penyerang yang lebih banyak melewati lawan, justru dilanggar lebih sedikit? Artinya Messi memang lebih sulit dilanggar.

Hal tersebut mungkin dikarenakan para bek lawan merasa kesal harsu melihat Ronaldo menari-nari sambil membawa bola, sehingga harus ‘mengajar’ nya dengan tekel-tekel keras. Bahkan pelatih Real Madrid saat ini, Jose Mourinho pernah mengatakan bahwa ‘Ronaldo tidak dilindungi’. Seperti kita tahu Lionel Messi sangat dilindungi oleh FIFA. Tekel-tekel dari yang biasa sampai keras terhadap Messi tidak diperbolahkan dan akan langsung diganjar kartu oleh wasit. Hal itu wajar saja karena FIFA tidak mau kehilangan pemain berbakat seperti Messi. Makanya pemain lawan akan berfikir dua kali untuk melakukan tekel terhadapnya. Terlepas dari itu memang Messi sulit untuk dihadang dan dijatuhkan…

Ronaldo memiliki free kick mematikan

Mungkin semua orang tahu bahwa Ronaldo sering mencetak gol dari tendangan bebas. Satu hal yang tidak dimiliki Messi yang justru lebih banyak mencetak gol dari posisi on ball. Kita tahu Ronaldo memilki tendangan bebas yang ciamik dan sulit ditebak arahnya dan bisa membuat orang berdecak kagum.

Namun hal itu juga bukan patokan, karena Ronaldo memang eksekutor bola mati di Real Madrid sedangkan di Barcelona eksekutornya adalah Xavi. Messi memang pernah melakukan tendangan bebas tapi tidak sebanyak Ronaldo. Kesimpulannya, tendangan bebas Ronaldo lebih akurat…

Perbandingan Performa baik klub maupun Timnas

Sekedar catatan, pemain terbaik tidak bisa diukur dari statistik saja… Zinedine Zidane tetap menjadi salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa walau tidak banyak mencetak gol.

Ronaldo tampil bersama Portugal dengan mengemban tugas sebagai kapten tim. Sebuah tugas yang menurut Luis Figo tidak mampu disanding Ronaldo karena dinilai kurang bisa menyemangati tim dan kerap bersikap arogan. Namun, Ronaldo tetap menjadi kapten di turnamen tersebut. Ronaldo mencetak satu gol pada watku Portugal menghajar Korea Utara tujuh gol tanpa balas, namun juga kandas di 16 besar oleh Spanyol satu kosong.

Kesimpulannya, Ronaldo dapat bermain secara individu maupun tim, karena memang dia diangkat dari level bawah ke atas dengan performa yang terus meningkat. Ronaldo direkrut Manchester United dari Sporting Lisbon, sebuah klub di Portugal. Setelah itu baru ke Real Madrid dengan mega transfer yang memecahkan rekor dunia. Berbeda dengan Messi yang asli binaan akademi Barcelona, Messi sudah hafal betul karakter para pemain Barcelona. Messi terlihat bagus jika di Barcelona tapi di Argentina dia kurang berkembang. Mungkin karena di Argentina tidak ada Xavi dan Iniesta….. Itulah bedanya Ronaldo dan Messi.

Andrea Pirlo Biographi

Andrea Pirlo (lahir di Flero, Lombardia, Italia, 19 Mei 1979; umur 36 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Italia yang bermain untuk klub Liga Sepak Bola Utama Amerika Serikat, New York City FC dan tim nasional Italia, ia berposisi sebagai gelandang.

Perjalanan karier Pirlo di klub sepak bola: Brescia (1994-1998 dan 2001), Inter Milan (1998-1999 dan 2000), Reggina (1999-2000), A.C. Milan (2001-2011), Juventus (2011-2015),[3] New York City FC (2015-sekarang).

936700-01-02_1cbf993

Bersama A.C. Milan ia telah memenangkan dua gelar Liga Champions UEFA (2003 dan 2007), dua Piala Super Eropa (2003 dan 2007), dua titel Serie A (2004 dan 2011), satu Piala Dunia Antarklub FIFA (2007), dan Coppa Italia (2003). Setelah bergabung ke Juventus pada 2011, dia menambah tiga titel Serie A lagi pada musim 2012, 2013 dan 2014. Untuk kariernya di tim nasional Italia, ia telah bermain di ajang Euro 2004, Euro 2008 dan pada Euro 2012 ia membawa negaranya menjadi runner-up, ia juga memenangkan medali perunggu pada ajang Olimpiade tahun 2004, dan menjadi juara di Piala Dunia 2006. Selain itu, Pirlo juga telah tampil mewakili Gli Azzurri pada Piala Dunia 2010, Piala Konfederasi FIFA 2009 dan 2013.

Ia mulai dikenal di kalangan pesepak bola sejak ia bermain di tim nasional Italia U-21, bersama dengan Gennaro Gattuso, Nicola Ventola, dan Christian Abbiati. Walau pada awal kariernya ia adalah seorang gelandang menyerang tapi ia dapat beradaptasi menjadi seorang gelandang tengah bertahan seperti yang ia lakoni sampai saat ini di klubnya. Ia adalah seorang inspirator lapangan yang kreatif, di mana banyak gol-gol yang lahir dimulai dari pergerakan atau umpan-umpannya.

Untuk saat ini ia dihargai oleh banyak pihak sebagai salah satu gelandang terbaik, terutama di Serie A. Pirlo adalah seorang pemain dengan bakat yang hebat dalam hal kreativitas dan mengumpan bola, menjadikan ia seorang playmaker di klub yang dibelanya saat itu, A.C. Milan. Meskipun posisinya berada tepat di depan barisan pertahanan (gelandang bertahan), namun ia sering maju ke depan untuk memberi umpan-umpan kepada para penyerang. Selain itu, dia juga dikenal mempunyai tendangan bebas yang akurat. Sesama pemain di tim nasional Italia memberinya julukan l’architetto (“arsitek”), karena umpan-umpan panjangnya itu sering membuat peluang mencetak gol. Dalam beberapa tahun terakhir, fans Juventus juga menjuluki dia sebagai il Professore (“sang profesor”) dan Mozart, sebagai referensi untuk kemampuannya yang luar biasa seperti komposer Austria itu.

Tahun awal

Pada tahun 1995, pada usia 16, Pirlo melakukan debut untuk Brescia melawan Reggina. Setelah menembus tim utama Brescia, Pirlo telah dibeli oleh pelatih Internazionale Mircea Lucescu. Pirlo tidak mampu untuk masuk ke skuat pertama, bagaimanapun, dan Inter finis di posisi kedelapan pada musim Serie A 1998–99. Inter meminjamkan Pirlo ke Reggina untuk musim 1999-2000. Setelah musim yang mengesankan, ia kembali ke Inter, tapi sekali lagi tidak dapat masuk ke tim pertama, ia hanya membuat empat kali penampilan di liga dan menghabiskan paruh kedua musim itu dengan dipinjamkan ke mantan klubnya, Brescia.

Milan

Setelah tiga musim di Inter, Pirlo dijual ke tim rival, A.C. Milan seharga 33 juta lira Italia (€ 17.043.078) pada 30 Juni 2001. Biaya transfernya sebagian didanai oleh pergerakan Dražen Brnčić yang ditransfer dari Milan ke Inter untuk biaya yang tidak diungkapkan.

Di Milan ia membuat langkah besar dalam perkembangannya untuk menjadi pemain kelas dunia, dan salah satu deep-lying playmaker yang terbaik dan spesialis set-piece di dunia. Bersama Milan, ia memenangkan dua gelar Serie A dan merupakan bagian integral dari lini tengah Rossoneri; ia juga memenangkan dua Liga Champions pada 2003 dan 2007 (memberi assist untuk gol pertama Filippo Inzaghi) di bawah pelatih Carlo Ancelotti, dan juga mencapai final pada tahun 2005. Selama periode ini, Milan juga finis sebagai runner up di Serie A di musim 2004-05 dan musim 2005-06 (sebelum pengurangan 30 poin karena keterlibatan mereka dalam skandal Calciopoli 2006), serta menjadi runner-up Supercoppa Italiana 2003, di mana Pirlo mencetak gol penalti pada perpanjangan waktu dan pada babak adu penalti. Dalam turnamen Liga Champions 2004-05, Pirlo menjadi salah satu pengumpan gol kedua tertinggi dengan empat assist.[8] Ia juga memenangkan Coppa Italia, satu Supercoppa Italiana dan dua Piala Super UEFA selama waktunya dengan Milan antara 2003 dan 2007, serta gelar pertama mereka di Piala Dunia Antarklub FIFA pada tahun 2007. Insiden yang paling tidak bisa dilupakan adalah ketika ia gagal mencetak gol lewat titik penalti pada Final Liga Champions UEFA 2005, tendangannya diselamatkan oleh Jerzy Dudek, mereka kalah dalam adu penalti atas Liverpool, setelah sebelumnya Liverpool sukses mencetak tiga gol penyeimbang kedudukan di babak kedua waktu normal.[9] Padahal Pirlo sebelumnya, memberi assist bagi gol pembuka Paolo Maldini di laga final, setelah 50 detik pertandingan belangsung lewat umpan dari tendangan bebasnya.

Pirlo memulai kariernya sebagai gelandang bertahan sampai pelatih Carlo Mazzone memberinya peran sebagai playmaker di Brescia, bersama Roberto Baggio yang menjadi gelandang serang. Sebuah momen penting dalam kariernya di Brescia adalah ketika umpan panjangnya membantu gol penyeimbang dari Baggio saat melawan Juventus di Stadion delle Alpi, pada tahun 2001. Fatih Terim dan Carlo Ancelotti mengembangkan lebih lanjut peran ini di Milan, memungkinkan Pirlo bermain bersama gelandang serang berbakat lainnya, seperti Rivaldo, Rui Costa dan akhirnya Kaka, menggantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh legenda Milan Demetrio Albertini di lini tengah. Dia membentuk kemitraan yang tangguh dengan Gennaro Gattuso (serta dengan Clarence Seedorf dan Massimo Ambrosini, yang juga mendukung peran playmaker nya) di lini tengah dan dia diberi julukan metronom untuk caranya mengatur ritme tim.[10] Pada bulan Oktober 2007, ia masuk nominasi penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2007 dan Playmaker Terbaik Dunia 2007 tetapi dua penghargaan itu jatuh kepada rekan setimnya di Milan, Kaká. Setelah Kaká dan Ancelotti meninggalkan Milan pada musim panas tahun 2009, Chelsea menguji tekad Milan dengan melakukan penawaran $ 12 juta beserta Claudio Pizarro untuk ditukarkan dengan Pirlo. Klub menolak tawaran itu dan Pirlo dikatakan merenungkan permintaan transfer itu.[butuh rujukan] Pada 5 Agustus, pemilik klub Silvio Berlusconi memutuskan untuk tidak menjual Pirlo, yang mengatakan bahwa ia sangat gembira dan ingin mengakhiri kariernya di Milan. Pada 21 Oktober 2009, Pirlo mencetak gol penting dari jarak 30 meter dalam kemenangan 3-2 Milan atas Real Madrid. Milan menyelesaikan musim 2008-09 di peringkat ketiga dibawah tempat kedua Juventus dalam kompetisi Serie A.

Milan menjadi tuan rumah bagi Genoa pada 25 September 2010, Pirlo memberikan umpan bola atas kepada striker Zlatan Ibrahimović yang bebas untuk mencetak gol.[13] Pada 2 Oktober, Pirlo mencetak gol dari jarak 40 yard ketika melawan Parma untuk memberikan Milan kemenangan tandang pertama mereka di musim 2010-11.[14] Pada 14 Mei 2011, Pirlo tampil dalam pertandingan terakhirnya untuk Milan, datang sebagai pengganti dari Massimo Ambrosini, ia merayakan pencapaian titel klub dengan memenangkan laga 4-1 atas Cagliari.[15] Empat hari kemudian, Pirlo menegaskan bahwa ia akan meninggalkan Milan pada akhir musim 2010-11, setelah Milan tidak memperpanjang kontraknya.[16] Di musim terakhirnya bersama Milan, Pirlo tampil di liga hanya 17 kali, mencetak hanya satu gol dan tiga assist.

Juventus

Pada tahun 2011, Juventus mendatangkan Pirlo dengan status bebas transfer dan dikontrak hingga 2014. Debutnya bersama Juventus adalah dalam laga persahabatan melawan Sporting Clube de Portugal, namun mereka kalah 2-1. Pertandingan kompetitif pertamanya dengan La Vecchia Signora adalah pertandingan pembukaan Serie A melawan Parma di kandang dan ia memberikan dua assist, untuk Stephan Lichtsteiner dan Claudio Marchisio, dalam kemenangan 4-1.[19][20] Antonio Conte memainkannya bersama gelandang muda Marchisio dan pemain yang baru dikontrak Arturo Vidal di lini tengah yang terdiri dari tiga orang. Gol pertamanya untuk Juventus adalah tendangan bebas saat melawan Catania pada 18 Februari 2012 mengamankan kemenangan 3-1 untuk Bianconeri dan menempatkan klub kembali di bagian atas tabel Serie A, diatas mantan timnya, Milan.[21] Pada 18 Maret, Pirlo mencetak gol dalam kemenangan 5-0 atas Fiorentina dan setelah pertandingan, kemenangan itu didedikasikan untuk Fabrice Muamba, yang menderita serangan jantung saat bermain untuk Bolton Wanderers selama pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada hari yang sama.

Pirlo menyelesaikan musim dengan memenangkan gelar Serie A 2011–12, setelah membantu Juventus untuk mengamankan kemenangan 2-0 atas Cagliari.[24] Dia membuat assist paling banyak di Serie A musim itu, dengan 13 assist. Pirlo mengirimkan 2.643 passing musim itu, dengan tingkat keberhasilan passing 87%, menyelesaikan 500 passing lebih banyak dari pemain lain di Serie A; satu-satunya pemain di dunia yang menyelesaikan passing lebih banyak dari dia musim itu adalah Xavi.[26] Karena penampilannya sepanjang musim, dan peran kunci dalam memimpin Juventus untuk merengkuh titel Serie A pertama mereka dalam sembilan tahun terakhir, ia masuk dalam “Serie A Team of the Year”, bersama dengan rekan gelandangnya di Juventus Arturo Vidal.[27] Pirlo dan Juventus juga runner up Coppa Italia akhir musim itu, mereka kalah dari Napoli.[28] Pada musim 2011-12, ia memimpin Juventus meraih gelar liga, Supercoppa Italiana dan mencapai final Coppa Italia, serta memimpin Italia ke final Euro 2012, dia menjadi nominasi dalam Penghargaan Pemain Terbaik UEFA di Eropa 2012, di mana ia berada dalam urutan ke-4. Dia juga terpilih menjadi bagian dari ESM 2012 Team of the Year dan UEFA Team of the Year 2012.

Neymar da Silva Santos Júnior Biographi

Neymar da Silva Santos Júnior (pelafalan dalam bahasa Portugis: [nejˈmaʁ dɐ ˈsiwvɐ ˈsɐ̃tus ˈʒũɲoʁ] lahir 5 Februari 1992; umur 24 tahun) yang umumnya dikenal sebagai Neymar atau Neymar Jr, adalah pemain sepak bola profesional Brasil yang bermain untuk klub Spanyol Barcelona. Dia bermain sebagai striker atau pemain sayap.

hl-neymar2_95129fc

Pada usia 19 tahun, Neymar memenangkan Pemain terbaik Amerika Selatan tahun 2011, setelah berada di peringkat ketiga pada tahun 2010. Dia masuk nominasi yang sama dan memenangkan lagi pada tahun 2012. Pada tahun 2011 Neymar menerima nominasi untuk FIFA Ballon d’Or , di mana ia menempati urutan 10, dan FIFA Puskás Award untuk Goal of the Year, yang ia memenangkan. Dia dikenal karena akselerasinya, keterampilan dribbling, finishing dan kemampuan dengan kedua kaki. Gaya permainannya telah mendapat pujian kritis, oleh penggemar, media dan mantan pemain yang menggambarkan dan membandingkan dengan mantan striker Brasil Pelé, yang telah memanggil Neymar sebagai “pemain yang sangat baik”, sementara Ronaldinho telah menyatakan “ia akan menjadi yang terbaik di dunia”

Kehidupan awal

Neymar da Silva Santos, Júnior lahir di Mogi das Cruzes, São Paulo, dari Neymar da Silva Sr dan Nadine Santos. Dia mewarisi namanya dari ayahnya, yang merupakan mantan pemain sepak bola dan menjadi penasihat anaknya sebagai bakat Neymar yang mulai tumbuh. komentar Neymar peran ayahnya “Ayah saya telah di sisiku sejak aku masih kecil. Dia mengurus hal, keuangan saya dan keluarga saya. ”  Tumbuh, Neymar menggabungan cintanya pada futsal dengan sepak bola jalanan.

Pada tahun 1992, Neymar pindah bersama keluarganya ke São Vicente, di mana ia mulai bermain untuk sisi pemuda Portuguesa Santista.  Kemudian, pada tahun 2003, mereka pindah ke Santos, Neymar bergabung di mana Santos FC.  Dengan keberhasilan masa mudanya karir dan pendapatan tambahan, keluarga membeli properti pertama mereka, sebuah rumah sebelah Vila Belmiro. Kualitas kehidupan keluarga membaik, pada usia 15, Neymar berpenghasilan 10.000 reais per bulan dan pada 16, 25.000 reais per bulan. Pada umur 17 tahun, ia menandatangani kontrak profesional penuh, mendapatkan promosi ke tim utama Santos dan bahkan telah menerima sponsor.

Santos

Neymar mulai bermain sepakbola pada usia dini dan dia segera ditemukan oleh Santos FC, yang menawarinya kontrak pada tahun 2003, di mana ia dilantik ke akademi muda mereka, yang pada masa lalu telah memproduksi pemain internasional Brasil seperti Coutinho, Clodoaldo, Diego , Elano dan Alex. Dia juga bergabung dengan orang-orang seperti Pepe, Pelé dan Robinho dalam memulai karirnya di Peixe (julukan klub sepak bola). Sementara di akademi, Neymar bertemu Paulo Henrique Ganso, menjadi teman baik dalam proses tersebut. Ia memiliki satu saudara perempuan yang tidak bermain sepak bola.

Pada usia 15, ia melakukan trial ke Spanyol untuk bergabung dengan Real Madrid, pada waktu ketika Real memiliki bintang seperti Ronaldo, Zinedine Zidane dan Robinho.

Neymar membuat debut profesional pada tanggal 7 Maret 2009, meskipun baru berumur 17 tahun, dia masuk selama tiga puluh menit terakhir, dalam kemenangan 2-1 melawan Oeste Minggu berikutnya ia mencetak gol pertamanya untuk Santos melawan Mogi Mirim. Satu bulan kemudian, pada 11 April, Neymar mencetak gol penentu dalam kemenangan 2-1 melawan Palmeiras di semi-final leg pertama Campeonato Paulista 2009. Di final, namun Santos menderita kekalahan agregat 4-2 dari Corinthians. dalam musim pertamanya, Neymar mengoleksi 14 gol dalam 48 pertandingan.

Pada tahun 2010, Santos menolak tawaran £ 12 juta untuk Neymar dari tim Liga Utama Inggris West Ham United, dan kemudian tawaran dari klub Inggris lainnya Chelsea, dilaporkan berada di kisaran sebesar £ 20 juta. Meskipun Santos menyatakan keengganan untuk menjual dan Neymar sendiri bersikeras “saya hanya terfokus pada Santos”

Barcelona

Pada tanggal 24 Mei 2013, Santos mengumumkan bahwa mereka telah menerima dua penawaran untuk Neymar. Keesokan harinya, Neymar mengumumkan ia akan menandatangani kontrak dengan FC Barcelona pada tanggal 27 Mei tahun 2013 dan bergabung dengan tim setelah bermain di Piala Konfederasi 2013. Baik Neymar maupun klub merilis rincian tentang biaya transfer atau istilah pribadi, kecuali untuk mengatakan ia menandatangani kontrak lima tahun. Pada 3 Juni 2013, Neymar diresmikan oleh Barcelona setelah lulus tes medis dan menandatangani kontrak yang akan membuat dia di klub sampai Juni 2018 Neymar ditampilkan di Stadion Nou Camp di depan 56.500 penggemar yang membuat rekor pengunjung untuk pemain asal Brasil.[22] klub wakil presiden Josep Maria Bartomeu mengatakan biaya transfer Neymar adalah € 57.000.000 (£ 48,6 m) (membuatnya peringkat ke-10 secara keseluruhan dalam daftar transfer tertinggi) dan release clause-nya yang ditetapkan sebesar € 190.000.000. Namun, kekhawatiran tetap bahwa Neymar mungkin terlalu ringan untuk transisi ke sepakbola Eropa, dan mungkin perlu ukuran tubuh berisi dalam rangka untuk mencapai kondisi fisik puncaknya.

Neymar membuat debut kompetitif untuk Barcelona selama pertandingan pembukaan musim 2013-14 La Liga sebagai pengganti menit ke-63 dalam kemenangan 7-0 melawan Levante UD. Pada tanggal 21 Agustus, ia mencetak gol kompetitif pertamanya untuk klub di leg pertama Supercopa de España 2013 melawan Atletico Madrid.

Pada 26 Oktober 2013, Neymar mencetak gol pembuka dalam penampilan El Clásico pertama sebagai pemain Barca mengalahkan Real Madrid 2-1 di Camp Nou. Kemudian di pertandingan tersebut, ia dibantu gol kemenangan tim yang dicetak oleh Alexis Sánchez.

Pada tanggal 11 Desember 2013 Neymar mencatat gol pertama Liga Champions dan ia mencetak hat-trick dalam kemenangan 6-1 atas Celtic di pertandingan Grup H

Alessandro Del Piero Biographi

Alessandro Del Piero (pengucapan bahasa Italia: [alesˈsandro del ˈpjɛːro]) Ufficiale OMRI (lahir di Conegliano, Veneto, Italia, 9 November 1974; umur 41 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Italia yang bermain untuk klub Delhi Dynamos. Memulai karier pada tahun 1991 di Serie B di Padova, sejak tahun 1993 ia telah bermain di Juventus.

delpiero

Posisi yang ia isikan biasanya adalah posisi penyerang atau gelandang serang. Del Piero dikenal mempunyai dribble yang baik, serta ahli dalam bola – bola mati. Meskipun seorang penyerang, ia lebih berperan sebagai pencipta serangan daripada penyelesai serangan.namun demikian bukan berarti dia tidak pernah menjadi pencetak gol terbanyak. Buktinya pada musim 2007-2008, pemain ganteng ini menjadi Top Skor Liga Italia (Capocanonieri / pencetak gol terbanyak). pada 10 Januari 2006 ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah bagi Juventus setelah mengoleksi 199 gol dalam 13 tahun sebagai pemain Juventus.

Suami dari Sonia Amoruso ini pernah dilirik oleh Arsenal, tetapi ia memilih tetap membela Juventus yang karena skandal suap dihukum terdegradasi ke Serie B. Alessandro Del Piero juga terkenal karena tendangan bebasnya. Dia adalah kapten dan pemain yang paling di favoritkan masyarakat Turin. Walau dia bukan kelahiran Turin tapi dia adalah idola bagi kebanyakan masyarakat Turin. Del Piero juga turut membantu timnas Italia memenangkan Piala Dunia 2006 lalu dengan sebuah golnya ke gawang Jerman yang membuat Italia unggul 2 – 0 atas tim tuan rumah.

Setelah 19 tahun membela Juventus F.C., musim 2011-2012 menjadi musim terakhir bagi del Piero yang kotraknya tidak diperpanjang lagi

Dapatkan Prediksi bola dan info sepak bola di http://bolaforum.com/

Kehidupan awal

Lahir di Conegliano, Veneto, Del Piero adalah putra dari Gino, tukang listrik, dan Bruna, pembantu rumah tangga.[5] Dia sering memainkan sepak bola di halaman belakang dengan dua orang temannya, Nelso dan Pierpaolo, saat kecil. Ketiganya bermimpi menjadi pemain, tetapi hanya Del Piero yang akhirnya berhasil melakukannya.Kakak Alessandro, Stefano, pernah sebentar bermain sepak bola profesional untuk Sampdoria sebelum cedera membatasi kariernya. Keluarga itu tinggal di dusun Saccon, rumah pedesaan di San Vendemiano. Sementara ia tumbuh dewasa, keluarga Del Piero tidak punya banyak uang untuk bepergian ke luar negeri, jadi ia menjadi seorang sopir truk untuk bisa melihat dunia.

Saat bermain untuk tim muda lokal San Vendemiano, Del Piero ditempatkan sebagai kiper karena ia bisa bermain sepak bola lebih banyak jika seperti itu. Ibunya berpikir itu akan lebih baik baginya jika ia bermain sebagai seorang penjaga gawang karena ia tidak akan berkeringat dan kemungkinan dia cedera lebih kecil. Saudaranya Stefano berkomentar kepada ibu mereka bahwa Alessandro tampak lebih baik bermain di posisi menyerang dan Del Piero pada akhirnya beralih.

Gaya bermain

Del Piero biasanya bermain sebagai second striker dan kadang-kadang berposisi di antara lini tengah dan striker, yang dikenal di Italia sebagai posisi trequartista karena visinya, kemampuan dan kreativitas dribbling. Gaya bermain Del Piero dianggap oleh para kritikus sepak bola sebagai kreatif dalam menyerang, membantu banyak assist serta mencetak gol sendiri, dibandingkan dengan hanya “berburu gol”.

Di bawah asuhan Marcello Lippi sebagai pelatih Juventus, Del Piero bermain di ” trisula serangan ” formasi bersama dengan veteran Gianluca Vialli dan Fabrizio Ravanelli. Setelah itu, ia mengambil peran dalam kombinasi dengan Zinedine Zidane di belakang Filippo Inzaghi. Setelah gaya bermain Juventus berubah ketika kedatangan keduakalinya Lippi dengan Juventus pada tahun 2001, Del Piero bermitra dengan pengganti Zidane, Pavel Nedved di lini tengah, dengan David Trezeguet di depan.[10][11] Ia juga digunakan sesekali sebagai pemain sayap untuk timnas Italia saat bermain di bawah asuhan Arrigo Sacchi.

Del Piero adalah spesialis tendangan bebas dan tendangan penalti ( 62 gol dengan penalti ) dia adalah pencetak gol tendangan bebas terbanyak dan sepanjang masa sebagai pemain Italia ( 49 gol : 43 gol di klub , 6 gol di tim nasional Italia ).[9][12]

Dia (Del Piero) berbeda dengan Zinedine Zidane. Dia suka untuk bermain, ia merasa dalam jiwanya. Antara dia dan orang Prancis, saya memilih dia.


Diego Maradona

Setelah mencetak gol, Del Piero sering merayakan dengan berlari ke pinggir lapangan di depan fans Juventus sambil menjulurkan lidahnya, ia juga melakukan perayaan gol dengan pemain lain, atau menunjuk ke langit mendedikasikan gol untuk ayahnya.

Prestasi

Juventus

6 Serie A: 1994–95, 1996–97, 1997–98, 2001–02, 2002–03, 2011–12;
1 Serie B: 2006–07
1 Coppa Italia: 1994–95
4 Supercoppa Italiana: 1995, 1997, 2002, 2003
1 UEFA Champions League: 1995–96;
1 UEFA Super Cup: 1996
1 UEFA Intertoto Cup: 1999
1 Intercontinental Cup: 1996
1 Torneo di Viareggio: 1994
1 Campionato Nazionale Primavera: 1993–94

Italy

1 FIFA World Cup: 2006

Biographi Dari Roberto Carlos

Roberto Carlos da Silva Rocha (lahir di Garça, São Paulo, Brasil, 10 April 1973; umur 43 tahun) merupakan seorang mantan pemain sepak bola asal Brasil. Saat bermain, ia berposisi sebagai Bek sayap kiri. Saat ini ia menjadi salah satu staff kepelatihan Anzhi Makhachkala. Ia juga pernah bermain untuk Palmeiras, Internazionale, Real Madrid, Fenerbahçe, Corinthians, Anzhi Makhachkala, dan tim nasional Brasil.

Roberto Carlos dikenal sebagai pemain yang memiliki tendangan yang keras. Pada 1 Agustus 2012, Roberto Carlos mengumumkan dirinya pensiun dari dunia sepak bola

Roberto Carlos pernah bermain untuk União São João, Palmeiras, Internazionale, Real Madrid, Fenerbahçe, dan Corinthians, sebelum saat ini bermain untuk Anzhi Makhachkala.

Palmeiras

Roberto, tidak seperti pemain Brasil lainnya yang akhirnya bintang kelas dunia yang super, bukan orang yg berkembang awal. Sebenarnya, dia hanya mendapat kontrak profesional pertamanya pada tahun 1993, ketika ia berusia 20 tahun, ketika klub Brasil Palmeiras ditandatangani dia dari klub masa mudanya, União Sao Joao.

Walaupun agak terlambat debutnya di panggung sepak bola profesional, ia membuat dampak langsung di Palmeiras dan ia memainkan sebagian besar game di dua musim dengan klub, mencetak 5 kali dalam 68 penampilan nya. Seperti Brasil banyak berbakat yang berdiri dari kerumunan di kejuaraan lokal, Roberto menarik perhatian klub-klub Eropa besar dan pada tahun 1995, Internazionale Milano menawarkan kesepakatan hidupnya.

Internazionale Milano

Waktu bersama Inter 1995 – 1996, meskipun singkat (ia hanya bermain satu musim dengan klup Italia), karena ia merasakan kekuatan kejuaraan Eropa dan dengan Serie A Italia menjadi salah satu yang paling defensif di Dunia. Pada musim 1995 – 1996 ia dipanggil ke dalam tim nasional Brazil dan berhasil mendapatkan medali perunggu pada Olympiade musim panas 1996. Sayang, kemampuan dan potensinya tak bisa diperlihatkan karena lebih banyak duduk dibangku cadangan.

Real Madrid CF

Musim panas 1996, Los Blancos resmi memboyongnya ke Santiago Bernabeu. Kariernya langsung melesat bersama El Real. Dia menjadi bek kiri Real Madrid yang sulit dicari tandingannya hingga kini. Di Real, Carlos bermain untuk 11 musim dan mengumpulkan 47 gol di 370 pertandingan liga. Total ia bermain di Real Madrid dalam 584 pertandingan dan mencetak 71 gol di semua level kompetisi, suatu penghitungan mengesankan mengingat fakta bahwa dia bermain sebagai bek kiri. Dia memberi assist pada Zinedine Zidane sehinggal tercipta gol kemenangan Real Madrid difinal. Los Blancos menang 2-1 atas Bayer Leverkusen dan mengantarkan Los Blancos sebagai juara Liga Champion 2001-2002. Secara konsisten memperlihatkan standar tinggi dan dinamis dalam bermain, Carlos terpilih dalam UEFA Team of the Year 2002 dan 2003. Tanggal 2 Agustus 2005, Dia resmi memiliki dua kewarganegaraan Brazil dan Spanyol. Hal ini membuktikan pentingnya Carlos bagi Real Madrid, artinya kini dia terhitung sebagai pemain Uni Eropa. Januari 2006, ia mencetak rekor di Real Madrid sebagai pemain non Spanyol yang paling banyak bermain bagi klup tersebut dengan 330 pertandingan. Carlos memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Alfredo Di Stefano dengan 329 pertandingan.