Alessandro Del Piero Biographi

Alessandro Del Piero (pengucapan bahasa Italia: [alesˈsandro del ˈpjɛːro]) Ufficiale OMRI (lahir di Conegliano, Veneto, Italia, 9 November 1974; umur 41 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Italia yang bermain untuk klub Delhi Dynamos. Memulai karier pada tahun 1991 di Serie B di Padova, sejak tahun 1993 ia telah bermain di Juventus.

delpiero

Posisi yang ia isikan biasanya adalah posisi penyerang atau gelandang serang. Del Piero dikenal mempunyai dribble yang baik, serta ahli dalam bola – bola mati. Meskipun seorang penyerang, ia lebih berperan sebagai pencipta serangan daripada penyelesai serangan.namun demikian bukan berarti dia tidak pernah menjadi pencetak gol terbanyak. Buktinya pada musim 2007-2008, pemain ganteng ini menjadi Top Skor Liga Italia (Capocanonieri / pencetak gol terbanyak). pada 10 Januari 2006 ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah bagi Juventus setelah mengoleksi 199 gol dalam 13 tahun sebagai pemain Juventus.

Suami dari Sonia Amoruso ini pernah dilirik oleh Arsenal, tetapi ia memilih tetap membela Juventus yang karena skandal suap dihukum terdegradasi ke Serie B. Alessandro Del Piero juga terkenal karena tendangan bebasnya. Dia adalah kapten dan pemain yang paling di favoritkan masyarakat Turin. Walau dia bukan kelahiran Turin tapi dia adalah idola bagi kebanyakan masyarakat Turin. Del Piero juga turut membantu timnas Italia memenangkan Piala Dunia 2006 lalu dengan sebuah golnya ke gawang Jerman yang membuat Italia unggul 2 – 0 atas tim tuan rumah.

Setelah 19 tahun membela Juventus F.C., musim 2011-2012 menjadi musim terakhir bagi del Piero yang kotraknya tidak diperpanjang lagi

Dapatkan Prediksi bola dan info sepak bola di http://bolaforum.com/

Kehidupan awal

Lahir di Conegliano, Veneto, Del Piero adalah putra dari Gino, tukang listrik, dan Bruna, pembantu rumah tangga.[5] Dia sering memainkan sepak bola di halaman belakang dengan dua orang temannya, Nelso dan Pierpaolo, saat kecil. Ketiganya bermimpi menjadi pemain, tetapi hanya Del Piero yang akhirnya berhasil melakukannya.Kakak Alessandro, Stefano, pernah sebentar bermain sepak bola profesional untuk Sampdoria sebelum cedera membatasi kariernya. Keluarga itu tinggal di dusun Saccon, rumah pedesaan di San Vendemiano. Sementara ia tumbuh dewasa, keluarga Del Piero tidak punya banyak uang untuk bepergian ke luar negeri, jadi ia menjadi seorang sopir truk untuk bisa melihat dunia.

Saat bermain untuk tim muda lokal San Vendemiano, Del Piero ditempatkan sebagai kiper karena ia bisa bermain sepak bola lebih banyak jika seperti itu. Ibunya berpikir itu akan lebih baik baginya jika ia bermain sebagai seorang penjaga gawang karena ia tidak akan berkeringat dan kemungkinan dia cedera lebih kecil. Saudaranya Stefano berkomentar kepada ibu mereka bahwa Alessandro tampak lebih baik bermain di posisi menyerang dan Del Piero pada akhirnya beralih.

Gaya bermain

Del Piero biasanya bermain sebagai second striker dan kadang-kadang berposisi di antara lini tengah dan striker, yang dikenal di Italia sebagai posisi trequartista karena visinya, kemampuan dan kreativitas dribbling. Gaya bermain Del Piero dianggap oleh para kritikus sepak bola sebagai kreatif dalam menyerang, membantu banyak assist serta mencetak gol sendiri, dibandingkan dengan hanya “berburu gol”.

Di bawah asuhan Marcello Lippi sebagai pelatih Juventus, Del Piero bermain di ” trisula serangan ” formasi bersama dengan veteran Gianluca Vialli dan Fabrizio Ravanelli. Setelah itu, ia mengambil peran dalam kombinasi dengan Zinedine Zidane di belakang Filippo Inzaghi. Setelah gaya bermain Juventus berubah ketika kedatangan keduakalinya Lippi dengan Juventus pada tahun 2001, Del Piero bermitra dengan pengganti Zidane, Pavel Nedved di lini tengah, dengan David Trezeguet di depan.[10][11] Ia juga digunakan sesekali sebagai pemain sayap untuk timnas Italia saat bermain di bawah asuhan Arrigo Sacchi.

Del Piero adalah spesialis tendangan bebas dan tendangan penalti ( 62 gol dengan penalti ) dia adalah pencetak gol tendangan bebas terbanyak dan sepanjang masa sebagai pemain Italia ( 49 gol : 43 gol di klub , 6 gol di tim nasional Italia ).[9][12]

Dia (Del Piero) berbeda dengan Zinedine Zidane. Dia suka untuk bermain, ia merasa dalam jiwanya. Antara dia dan orang Prancis, saya memilih dia.


Diego Maradona

Setelah mencetak gol, Del Piero sering merayakan dengan berlari ke pinggir lapangan di depan fans Juventus sambil menjulurkan lidahnya, ia juga melakukan perayaan gol dengan pemain lain, atau menunjuk ke langit mendedikasikan gol untuk ayahnya.

Prestasi

Juventus

6 Serie A: 1994–95, 1996–97, 1997–98, 2001–02, 2002–03, 2011–12;
1 Serie B: 2006–07
1 Coppa Italia: 1994–95
4 Supercoppa Italiana: 1995, 1997, 2002, 2003
1 UEFA Champions League: 1995–96;
1 UEFA Super Cup: 1996
1 UEFA Intertoto Cup: 1999
1 Intercontinental Cup: 1996
1 Torneo di Viareggio: 1994
1 Campionato Nazionale Primavera: 1993–94

Italy

1 FIFA World Cup: 2006

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *